Let me Introduce my Baby (new) webblog

Filed Under (Buah Hati, Narzis) by pande on 31-07-2008

Tagged Under :

Sesaat setelah alamat blog lama pandebaik.blogspot.com dinyatakan tidak disediakan lagi, maka otak ini langsung saja berputar pada beberapa topik yang paling sering dibahas dalam blog ini, yaitu seputar keseharian Pegawai Negeri Pemerintahan dan kebobrokannya, kegiatan-kegiatan lapangan yang dilakukan, opini mengenai hal-hal menarik yang terjadi disekitar kita, review serta kesan ada beberapa gadget, seputaran perkuliahan, cerita cinta dengan Istri dan terakhir tentu ada seputatannya si putri kecil kami.  

Hanya saja dengan syarat utama HARUS memakai bahasa Inggris sebagai primary-nya, maka minimal ada beberapa kosa kata yang harus bisa diterjemahkan dengan lugas, lantaran seandainya memakai bantuan program Transtool seperti yang disarankan oleh Bli Wira Bagus dan juga Om Anton, rasanya apa yang ditranslate terlalu resmi untuk isi sebuah blog. Selain itu ya diusahakan agar isi postingannya bisa dilanjutkan kapanpun dengan berbagai ide yang menarik seputar itu.  

Maka dipilihlah cerita seputar si kecil baby putri kami, sedari ia lahir hingga besar, yang barangkali bakalan diposting secara periodik, dua hari sekali tentu dengan bahasa Inggris yang acak adul lantaran blom punya sertifikasi ToefL yang baik dan benar, jadi mohon dimaafkan kalo secara EYD-nya English, gak sesuai harapan atau malah membuat dahi mengernyit ‘aneh banget maksud kata-katanya’. Juga untuk dimaklumi tentunya.  Harapannya dengan lahirnya blog baru tentang Story of my Little Angel, Pande Putu Mirah Gayatridewi, selain pembelajaran Adsense bisa tersalurkan, ada misi lainnya juga ya apalagi kalo bukan bercerita dan menampilkan perkembangan putri kami lewat blognya tersendiri.

Jadi bagi rekan-rekan yang ingin tau perkembangan seputar putri kami, silahkan saja mampir ke blog ini atau sementara ini bisa diklik pada ‘Link to My Family’ yang sudah tercantum pada Sidebar dikanan.   

Ohya, so Let Me Introduce my Baby (New) Web Blog : http://gayatridewi.blogspot.com/

Popularity: 4% [?]

Apa yang bisa kuberikan pada putriku kelak ?

Filed Under (Buah Hati, Potret) by pande on 09-07-2008

Tagged Under : , ,

Makin beranjak usia putri kami, sedikit membawa kekhawatiran kami akan tumbuh kembangnya dari segi kecerdasan berpikir dan berperilaku. Apakah kami selaku orang tua akan mampu mendidik dan memberikan tauladan padanya kelak ?

Ditengah kesibukan kami berdua selaku ayah ibunya untuk bekerja dan berusaha memenuhi bekal finansial keluarga kecil ini, barangkali kekhawatiran kami itu takkan besar apabila kami berdua masih sempat menemaninya dalam setiap waktu yang ia perlukan dari kedua orang tuanya. Lantas bagaimana jika kami tak mampu luangkan waktu sekali dua ?

Menitipkannya pada kakek neneknya, mungkin satu hal yang teraman yang bisa kami lakukan, hanya saja dengan tenaga dan perhatian mereka yang tak intens, barangkali bisa jadi putri kami, bakalan didudukkan didepan layar televisi agar mau diam dari tangisnya dan tak repot untuk mengasuhnya.

Namun mengingat pada beragam tayangan televisi belakangan ini, dipenuhi dengan aksi kekerasan, tindak kriminal, hantu-hantuan, ngomongin orang lewat info gosip,  hingga sinetron dengan jalan cerita yang tak jelas, dibuat-buat dan tak masuk akal, sampai acara audisi menjadi artis karbitan dalam tempo singkat dengan mengandalkan sms dukungan dan juga lawakan tak lucu dari para host-nya, apakah kami berdua siap melepaskan putri kami begitu saja pada acara televisi lokal kita yang sucks dan cenderung memamerkan kemewahan dibanding realitanya ?

Andai saja tayangan televisi ini lebih banyak pada tema pendidikan, bagaimana caranya agar anak didik kita mampu maju dan bersaing sehat dalam kesehariannya nanti bukannya malah  bersaing dengan  cibiran satu sama lainnya plus ejekan tak punya ini itu yang identik dengan kemewahan sebagai satu ukuran.  

Andaikan saja tontonan televisi lebih banyak mengungkap seberapa besar kekayaan bangsa ini dan seberapa jauh tugas dan pe-er generasi mendatang minimal mampu mengelolanya agar masa dpan tak lantas jadi semakin kacau oleh banyaknya birokrat dengan birokrasi uang pelicinnya, mengoyak hati nurani rakyatnya yang selama ini sudah lelah mempercayainya.  

Andaikan saja para pemilik modal dunia pertelevisian bangsa ini mampu memberikan tayangan positif dan menjunjung adat budaya dan norma dengan baik, sehingga apa yang diharapkan oleh generasi muda saat ini tak sebobrok apa yang terjadi hari ini, dan cenderung nikmat untuk dilanjutkan lagi, toh tak ada yang protes dan membantah.

Andaikan saja semua kedangkalan ide yang ditampilkan setiap jamnya oleh banyaknya tivi swasta negeri ini bisa tergantikan dengan pesan positif, mungkin aku takkan ragu melepaskan putriku pada siapapun pengasuhnya serta takkan pernah khawatir untuk menjelaskan kepadanya perihal masa depannya kelak.

Popularity: 4% [?]

Mirah, baju mungilnya dan kekhawatiran kami

Filed Under (Buah Hati) by pande on 08-07-2008

Tagged Under : , ,

Diantara sekian banyak baju setelan yang diberikan sebagai kado putri kami, ada beberapa yang kami sukai, lantaran memang mencerminkan masa kanak-kanak yang  kami harapkan bisa dilalui oleh putri kami kelak.  

Hanya saja, yang namanya selera orang berbeda-beda, ada juga beberapa yang memberikan model yang menurut kami tak pantas dikenakan oleh putri kecil kami, dengan alasan kelewat sexy bagi seorang anak kecil seusianya.  Berbeda pendapat dengan kakek neneknya yang tak setuju pada pendapat kami, untuk merelakan pemberian ‘kelewat sexy’ tersebut pada bayi lain, mengingat kualitas bahan maupun harganya (ini pasti jadi pertimbangan utama-lah) jauh berbeda dengan baju-baju biasa. ‘Simpan saja, barangkali bisa dikenakan kalo diperlukan’.  

Hanya saja memang, pikiran kami berdua dipenuhi berbagai kekhawatiran pada tumbuh kembang putri kami nantinya, yang apabila sampai terbiasa dengan baju mewah dan berkelas apalagi sexy, bukan hanya akan mengorbankan gaji bulanan saja, namun keselamatannya pula, mengingat maraknya berita pelecehan abg hingga balita sekalipun oleh orang-orang yang tergiur hanya melihat penampilannya saja, sehingga mengesampingkan akal sehat untuk mengingat usianya tak sama dengan para penjaja seks ataupun para wanita ‘remaja’ yang memamerkan udel, paha mulus hingga belahan pantatnya. Waduh….

Popularity: 3% [?]